Seks Saat Menstruasi Bisa Hamil Kah?

seks saat menstruasi bisa hamil kahAnggapan setiap orang bahwa melakukan hubungan seks saat menstruasi tidak dapat menyebabkan kehamilan adalah tidaklah benar. Kebenarannya, seorang wanita tetap bisa hamil meski bercinta saat menstruasi.

Setiap wanita pasti akan tetap khawatir akan hamil saat melakukan hubungan seksual ketika menstruasi. Meski memang kemungkinan hamil sangatlah kecil saat menstruasi, namun tak ada yang tahu kehendak Tuhan, akan selalu ada kemungkinan bisa hamil, bahkan saat menstruasi.

Namun, benarkah wanita masih bisa hamil meskipun saat menstruasi?

Dikutip dari verywell.com, Robin Elise Weiss, PhD mengatakan bahwa jawabannya adalah iya. Kamu masih bisa hamil bahkan jika melakukan hubungan seksual saat menstruasi.

Sperma bisa bertahan selama beberapa hari di dalam sistem reproduksi tubuh wanita. Katakanlah kamu bercinta di akhir-akhir masa menstruasi, dan ovulasi hanya berselang beberapa hari, masa pembuahan sangat dekat dan inilah yang membuat kehamilan masih mungkin terjadi.

Jika seseorang memiliki siklus pendek seperti 21 hari dan menstruasi berlangsung seminggu. Maka seseorang yang berhubungan seks mendekati akhir menstruasi maka ada kemungkinan bisa hamil, karena sperma dapat hidup hingga 72 jam di dalam saluran reproduksi.

Beberapa wanita diketahui memiliki jangka waktu yang tumpang tindih antara jadwal menstruasi dengan awal ovulasi (masa subur). Hal ini berarti seseorang bisa berada pada masa subur meski sedang menstruasi. Sebagian besar perempuan memiliki masa menstruasi selama 2-8 hari dan siklusnya berlangsung setiap 26-34 hari. Namun ovulasi atau masa subur (saat sel telur dilepaskan oleh ovarium) biasanya terjadi pada pertengahan siklus yang membuat seseorang sangat mungkin untuk hamil. Sel telur yang sudah dilepaskan selama proses ovulasi ini akan bertahan sekitar 24 jam. Jika tidak dibuahi oleh sperma pada saat itu, sel telur ini tidak akan bertahan dan keluar bersama dengan darah menstruasi.

Jika seseorang melakukan hubungan seks tanpa pengaman seperti kondom saat menstruasi maka ada kemungkinan hamil. Perhatikan gejala yang muncul seperti kram perut ringan, bercak atau spotting yang merupakan penyebab umum dari pendarahan setelah sel telur dibuahi, nyeri payudara dan murung. Gejala ini bisa terjadi 2 minggu setelah ovulasi.

Selain itu ada pula gejala hamil lain yang bisa muncul dan perlu diperhatikan setelah usia kehamilan mencapai 6-7 minggu termasuk mual, muntah dan kelelahan yang parah.

Dr. Andri Wanananda menuturkan hubungan seksual saat mensruasi sebaiknya tidak dilakukan. Hal ini karena saat menstruasi terjadi pelepasan lapisan dalam dinding rahim, proses ini disertai keluarnya 35 ml darah dan 35 ml cairan serosa. Hal ini menunjukkan adanya pembuluh darah yang terbuka, sementara itu gerakan penis ketika penetrasi ke vagina bisa memicu masuknya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka itu. Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah terjadinya emboli, yaitu gelmbung udara yang masuk dan terbawa aliran darah. Bila gelembung ini menyumbat pembuluh darah sekitar jantung maka bisa berakibat fatal.

Masalah lainnya adalah ketika wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur sehingga sulit memprediksi kapan waktu ovulasi. Akan lebih baik jika melakukan cara pencegahan jika kamu memang tak ingin hamil. Misalnya dengan menggunakan alat kontrasepsi semacam kondom, pil KB dan lain sebagainya agar lebih aman.

Bercinta tanpa pengaman atau menerima ejakulasi sperma saat bercinta di akhir menstruasi bukan berarti bisa mencegah kehamilan. Akan lebih baik jika kamu melakukan langkah pengendalian kehamilan atau mengikuti program Keluarga Berencana sebelum memutuskan bercinta tanpa “pengaman”.