Dampak Buruk Sering Melakukan Onani

akibat terlalu sering melakukan masturbasiAkibat dari sering mengeluarkan air mani atau yang disebut dengan onani/masturbasi akan menimbulkan masalah yang beragam, karenanya sangat perlu untuk mengetahui dampak baik dan buruk dari mengeluarkan air mani. Mengeluarkan air mani memang memiliki segi positif tersendiri namun semua itu akan berbalik menjadi negatif apabila dilakukan terlalu sering. Berikut adalah berbagai macam dampak buruk akibat sering mengeluarkan air mani :

Apa akibat sering mengeluarkan air mani ?

Akibat sering mengeluarkan mani adalah beragam serta akan berbeda pada masing-masing individu. Dari beragam dampak buruk terlalu sering mengeluarkan air mani berikut adalah beberapa hal yang paling sering di alami oleh kebanyakan pelakunya :

Dampak buruk terlalu sering mengeluarkan sperma yaitu :

1. Impotensi

Impotensi merupakan gangguan yang sangat berbahaya apabila terlalu sering melakukan masturbasi. Gangguan pada saraf parasimpatik bisa sangat mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibat dari hal tersebut adalah melemahnya kemampuan ereksi, bahkan jika terlalu parah bisa mengakibatkan terjadinya serangan impotensi.

2.Kebocoran katup air mani

Kerusakan saraf selain mempengaruhi kualitas ereksi ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada katup saluran keluar masuknya air mani. Kerusakan pada katup tersebut akan menyebabkan mani kadang keluar walaupun penis tidak dalam keadaan ereksi.

3. Kebotakan

Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan mengakibatkan gangguan hormon yang dapat mengganggu pertumbuhan rambut. Bahkan jika dibiarkan berlarut-larut maka akan mengakibatkan kebotakan.

4. Nyeri punggung dan selangkangan

Kontraksi otot pada saat mengalami orgasme bisa menyebabkan nyeri otot, terutama di area punggung dan selangkangan.

5. Rasa letih sepanjang hari

Jika seorang pria mengalami orgasme maka semua otot dalam tubuhnya akan mengalami kontraksi sehingga akan mengakibatkan terkurasnya sebagian besar stamina pria tersebut, jika orgasme dialami secara berulang maka kemungkinan besar pria tersebut akan mengalami kelelahan sepanjang hari serta mengantuk yang hampir tak terkira. Demikian pula jika terlalu banyak melakukan masturbasi maka pria akan memaksa dirinya untuk terus melakukan kontraksi pada otot-otot di seluruh tubuhnya.

6. Ejakulasi dini

Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan menderita ejakulasi dini karena otot sudah dilatih untuk menerima rangsangan yang sangat minim dengan respon yang maksimal.

Masalah lain yang timbul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan orang lain, dan lebih akrab dengan sentuhan diri. Terlalu sering melakukannya juga dapat memicu kulit lecet, pembengkakan organ intim karena tidak menggunakan pelumas.

7. Rasa bersalah

Masturbasi yang dilakukan akan berdampak negative pada kondisi psikologis, hal tersebut terjadi karena terjadi benturan antara kesenangan serta norma moral dan agama. Maka timbullah rasa bersalah yang sangat setelah melakukan masturbasi. Apalagi bila hal tersebut terlalu sering dilakukan.

8. Masturbasi kronis

Masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda,  hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

9. Masturbasi kompulsif

Masturbasi ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian  pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.

Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

10. Varikokel

Terlalu banyak mengeluarkan sperma(masturbasi/onani) pada pria juga ternyata dapat berakibat sangat fatal, yakni dapat mengakibatkan terjadinya gangguan varikokel yaitu seperti varises, namun varikokel terjadi di bagian alat kelamin pria. Varikokel dapat terjadi jika terlalu ekstrim dalam melakukan onani yakni dengan menjepit alat kelamin pria, hal ini dapat memicu terjadinya varikokel. Maka dari itu diharapkan para kaum pria terutama remaja untuk sangat berhati-hati dalam mencari kepuasan untuk diri sendiri. Jangan melakukannya dengan terlalu ekstrim.

Akibat dari sering mengeluarkan sperma dengan sengaja juga bisa menyebabkan terjadinya iritasi atau lecet akibat dari penggunaan bahan pelumas yang digunakan sewaktu melakukan masturbasi/onani, hal ini berlaku apabila onani dilakukan dengan media pelumas, akan lebih ekstrim lagi jika hal tersebut dilakukan dengan tanpa pelumas seperti onani yang dilakukan dengan menjepit. Ditambah lagi akibat sering mengeluarkan sperma dengan sengaja juga akan semakin parah jika dalam melakukannya dengan intensitas yang terlalu sering.

Akan lebih berdampak lagi jika onani dilakukan berulang-ulang setiap harinya. Akibat sering mengeluarkan air mani setiap hari akan terasa dan sangat berimbas negatif yang sangat berpengaruh pada kualitas sperma. Akibat dari sering mengeluarkan air mani setiap hari akan sangat terasa dengan berkurangnya kualitas sperma secara drastis.

Akibat sering mengeluarkan air mani dengan sengaja akan sangat berbahaya karena sperma yang dikeluarkan dengan sengaja belum tentu siap untuk membuahi sel telur sang istri, dan akibat sering mengeluarkan air mani dengan sengaja yang sangat mencolok yakni bisa menyebabkan terjadinya ejakulasi kering.

Untuk menghindari terjadinya ejakulasi kering sangat disarankan untuk tidak terlalu sering mengeluarkan air mani dengan sengaja atau masturbasi/onani.

Masalah utama yang sangat terpengaruh oleh terlalu seringnya melakukan mastrbasi/onani yaitu sperma yang encer. Sperma yang encer adalah tanda bahwa sperma yang dihasilkan mengalami penurunan kualitas secara drastis. Karenanya sangat diperlukan langkah penyembuhan yang spesifik pula agar sperma kental kembali. Karenanya selalu berhati-hatilah dalam bertindak, jangan hanya menuruti kenikmatan sesaat belaka.